Sunday, July 3, 2011

Matahari terpatri tapi masih gelap



Ayam berkokok, namun kotoran ujung mata tetap menjadi lem paling kuat selama saya tidur. Mereka sudah berteriak namun saya hanya menjawab dengan dengkuran keras. Kering, sulit menelan dan akhirnya batuk. Saya terbangun dan mencoba menelan air liur namun tidak cukup.
Sepertinya, saya terlalu terbawa mimpi terawang-awang dan jatuh ke dasar. Ya benar, jatuh ke dasar lantai yang sangat empuk. Ada apa dengan mimpi ini? oh, lupakan. Matahari sangat terang hari ini, detak jam pun terdengar keras dan saya tersadar disekitar saya tidak ada orang. Sepi, ya sepi. Sepertinya saya harus berkontribusi keras untuk hari ini, matahari terpatri didepan mata, silau sekali jika dilihat. Kenapa harus dilihat? ok, saya harus mandi.

Selamat beraktifitas untuk hari ini.
"tetap tersenyum setidaknya untuk matahari yang tetap setia bersinar"



No comments:

Post a Comment