Thursday, April 19, 2012

Bimbang

13 bulan sudah tidak menyentuh buku dosa ini.
Dosa apalagi ini ?

Entahlah, terlalu banyak untuk diceritakan dosa 13 bulan yang lalu. Terkikis waktu, terseret panasnya hari, membuat saya terbiasa membuang waktu tanpa ada yang disadari apa yang dihasilkan setiap hari. Membahagiakan diri ? Klasik.

Apalagi ini ? Saya tidak tahu.

Berputar begitu saja tanpa ada yang terlindas, dilewati saja tanpa ada yang dihampiri. Ditangisi saja tanpa tahu apa yang ditangisi, tertawai saja tanpa tahu apa yang ditertawai. Diam, sunyi, sepi, dan tertawa lagi. tidak jelas seperti kita melihat anjing mengonggong tanpa tahu apa yang anjing tersebut teriaki.

Batasan realita mulai rancu. Tidak jelas, samar-samar, semakin tidak jelas dan buta. Mungkin mines saya bertambah. Terlalu banyak yang dilewati, ditangisi, ditertawai sampai akhirnya terlindas. Berlarut-larut dalam asa ini membuat saya diam untuk berfikir.

Dan saya putuskan kekecewaan adalah jawabannya, tidak punya arah padahal banyak yang bisa dijadikan pijakan kaki yang terlihat kuat, iya terlihat kuat. Keraguan selalu menghukum saya, rasa jera pun tak digubris sampai akhirnya terbiasa dengan kebimbangan.

Tidak ada yang bisa dipercaya!
Padahal awalnya keyakinan hati selalu menjoroki saya untuk mengambil keputusan itu tetapi entah kenapa mereka, dia melemahkan otak ini dan saya pun kembali lagi ke bimbangan ini, pasrah. Silahkan cabik-cabik kepala saya mungkin itu lebih baik dibanding tersundut oleh buaian dan rayuan manisnya.

jika ada waktu tunjukanlah dan saya akan mampir.
Adam Pramadia

No comments:

Post a Comment