Thursday, April 19, 2012

Tolong jangan gantung aku

Berkutat di tempat yang sama membuat rasa ini semakin lama semakin mengikis rasa nyaman, perlahan tapi pasti untuk merubah semuanya menjadi bosan. Menghela nafas saja tidak cukup, butuh membanting hati dan memecahkan otak agar keduanya tidak bertengkar lagi. Rasanya ingin kesuatu tempat yang jauh dari keramaian, hanya untuk menenangkan mereka. Tapi tempat ini tidak bisa ditinggal. Takut, jika kembali nanti, sudah ada yang mengisi.

Ketika posisi nyaman itu ada, harapan untuk tetap tinggal ditempat itu akan selalu mendominasi keadaan, seperti lem yang paling kuat se-dunia dan seperti gaya gravitasi bumi berputar 180 derajat tertekan ditempat dan tidak bisa mengeser apapun karena posisi ini paling terbaik.

Cepat atau lambat semua akan berubah, merekapun akan bosan bertengkar, mungkin akan menjadi teman baik lagi. lem pun sudah tidak merekat lagi dan gravitasi akan kembali keposisinya, jika saya mau. Tidak bisa hanya diam menikmati posisi ini, seperti menonton bioskop komedian, tidak bisa berinteraksi olehnya, hanya menikmati dia dan mentertawai yang diperbuat. Mau sampai kapan ? Entahlah.

Sepertinya saya harus meninggalkan tempat ini, percuma tidak ada siapapun yang bisa saya ajak bercanda dan tertawa, bertengkar, menangis dan aktivitas lainnya yang membuat setiap harinya berbeda. Saya bosan menunggu dan saya tidak suka dengan menunggu. Duduk, berdiri, berbicara monolog, tertawa, kesal, marah. Semua sudah dilakukan tetapi tidak ada yang datang juga. Rasanya ingin membakar tempat ini sampai hangus dan semua akan selesai. Namun, tidak ada pemicu api, bensin, atau apapun yang bisa menimbulkan api. Tempat ini terlalu nyaman buat saya.

mungkin jika bisa meninggalkan pesan, saya akan tinggalkan pesan.

"Tolong jangan gantung aku"

Adam Pramadia

No comments:

Post a Comment